Selasa, 18 Maret 2008

Tanduk Rusa


Dahulu rusa tidak memiliki tanduk.
Suatu hari gajah mengundang rusa.
Rusa ingin datang ke pesta itu.
Rusa ingin tampil hebat.

Ia pun pergi menemui kancil.
Saat itu kancil memiliki tanduk.
Tanduk kancil amat indah.
Rusa ingin meminjam tanduk itu.
Kancil meminjamkan tanduk itu.

Saat pesta pun tiba, semua hewan kagum melihat rusa.
Tanduk rusa sangat indah.
Rusa sangat bangga.
Ia menjadi pusat perhatian.
Rusa pun mulai berpikir.
Ia ingin memiliki tanduk itu.

Rusa berkata kepada kancil,
"bolehkah tanduk ini kumiliki?"
Kancil menjaab
"Ambilah tanduk itu kamu lebih pantas memakainya"
Rusa berterima kasih kepada kancil.

MEMBANTU IBU

Tina selalu bangun pagi.
Ia segera membereskan tempat tidur.
Setelah itu ia pergi mandi.
Selesai berpakaian Tina membantu ibu.

Ibu memasak di dapur.
Ibu menyiapkan makan pagi.
Tina menyiapkan meja makan.
Mereka lalu makan pagi bersama.

Tina pun bersiap ke sekolah.
Ia segera memakai sepatu.
Ia pamit kepada ayah dan ibu.


Jumat, 14 Maret 2008

MEMBELI BUKU

Ini hari minggu
Tina dan Budiman pergi
Mereka pergi ke toko buku
Mereka diantar ibu

Suasana di toko buku ramai
Budiman mencari buku bahasa Indonesia
Tina mencari buku matematika
Ibu mengawasi mereka
Budiman sibuk mencari buku
Tina juga sibuk mencari buku
Akhirna mereka mendapatkan buku itu

Ibu membayar semua buku di kasir
Tina dan Budiman merasa senang
Mereka berterima kasih kepada ibu
Mereka berjanji semakin giat belajar.

Kamis, 07 Februari 2008

Putri Melati Wangi

Di sebuah kerajaan, ada seorang putri yang bernama Melati Wangi. Ia seorang putri yang cantik dan pandai. Di rumahnya ia selalu menyanyi. Tetapi sayangnya ia seorang yang sombong dan suka menganggap rendah orang lain. Di rumahnya ia tidak pernah mau jika disuruh menyapu oleh ibunya. Selain itu ia juga tidak mau jika disuruh belajar memasak. "Tidak, aku tidak mau menyapu dan memasak nanti tanganku kasar dan aku jadi kotor", kata Putri Melati Wangi setiap kali disuruh menyapu dan belajar memasak.

Sejak kecil Putri Melati Wangi sudah dijodohkan dengan seorang pangeran yang bernama Pangeran Tanduk Rusa. Pangeran Tanduk Rusa adalah seorang pangeran yang tampan dan gagah. Ia selalu berburu rusa dan binatang lainnya tiap satu bulan di hutan. Karena itu ia di panggil tanduk rusa.

Suatu hari, Putri Melati Wangi berjalan-jalan di taman. Ia melihat seekor kupu-kupu yang cantik sekali warnanya. Ia ingin menangkap kupu-kupu itu tetapi kupu-kupu itu segera terbang. Putri Melati Wangi terus mengejarnya sampai ia tidak sadar sudah masuk ke hutan. Sesampainya di hutan, Melati Wangi tersesat. Ia tidak tahu jalan pulang dan haripun sudah mulai gelap.

Akhirnya setelah terus berjalan, ia menemukan sebuah gubuk yang biasa digunakan para pemburu untuk beristirahat. Akhirnya Melati Wangi tinggal digubuk tersebut. Karena tidak ada makanan Putri Melati Wangi terpaksa memakan buah-buahan yang ada di hutan itu. Bajunya yang semula bagus, kini menjadi robek dan compang camping akibat tersangkut duri dan ranting pohon. Kulitnya yang dulu putih dan mulus kini menjadi hitam dan tergores-gores karena terkena sinar matahari dan duri.

Setelah sebulan berada di hutan, ia melihat Pangeran Tanduk Rusa datang sambil memanggul seekor rusa buruannya. "Hai Tanduk Rusa, aku Melati Wangi, tolong antarkan aku pulang," kata Melati Wangi. "Siapa ? Melati Wangi ? Melati wangi seorang Putri yang cantik dan bersih, sedang engkau mirip seorang pengemis", kata Pangeran Tanduk Rusa. Ia tidak mengenali lagi Melati Wangi. Karena Melati Wangi terus memohon, akhirnya Pangeran Tanduk Rusa berkata," Baiklah, aku akan membawamu ke Kerajaan ku".

Setelah sampai di Kerajaan Pangeran Tanduk Rusa. Melati Wangi di suruh mencuci, menyapu dan memasak. Ia juga diberikan kamar yang kecil dan agak gelap. "Mengapa nasibku menjadi begini ?", keluh Melati Wangi. Setelah satu tahun berlalu, Putri Melati Wangi bertekad untuk pulang. Ia merasa uang tabungan yang ia kumpulkan dari hasil kerjanya sudah mencukupi.Sesampainya di rumahnya, Putri Melati Wangi disambut gembira oleh keluarganya yang mengira Putri Melati Wangi sudah meninggal dunia.

Sejak itu Putri Melati Wangi menjadi seorang putri yang rajin. Ia merasa mendapatkan pelajaran yang sangat berharga selama berada di hutan dan di Kerajaan Pangeran Tanduk Rusa. Akhirnya setahun kemudian Putri Melati Wangi dinikahkan dengan Pangeran Tanduk Rusa. Setelah menikah, Putri Melati Wangi dan Pangeran Tanduk Rusa hidup berbahagia sampai hari tuanya.